Category: GOD


Siap Bekerja Keras

SIAP BEKERJA KERAS

Bacaan Lukas 5 : 1 – 11

  

Simon menjawab: “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.” (Lukas 5 : 5)

Dalam bacaan kita hari ini dapat dilihat bagaimana Tuhan Yesus memperhatikan orang-orang yang akan diajak bekerja bersama dalam pelayanannya di dunia. Di tepi pantai danau Genesaret Dia memperhatikan para nelayan yang baru menepi dari melaut untuk menangkap Ikan yang sudah bekerja semalaman. Bagi Petrus dan teman-temannya, pekerjaan ini terasa semakin berat karena mereka tidak dapat menangkap seekor ikanpun, walaupun telah bekerja semalaman penuh. Pagi hari setelah bekerja semalaman, seharusnya mereka beristirahat di tempat tidur atau duduk santai di rumah, tetapi dikatakan “…..Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya (ayat2)…”. ada alasan para nelayan masih harus membasuh jalanya, karena pada saat digunakan, jala tersebut juga menangkap ganggang laut dan tanaman laut lainnya, kotoran inilah yang harus dibasuh dari jala tersebut. Karena jika tanaman ini menempel dan kering di jala, apabila dipergunakan lagi akan menjadi kurang baik. Tuhan Yesus memperhatikan orang-orang ini karena mereka adalah orang yang siap bekerja keras, Ia akan memilih mereka untuk bekerja bersama-Nya.

            Dalam berbagai pekerjaan, Allah menghendaki orang yang sedia bekerja keras, apalagi dalam pelayanan. Benyamin Franklin seorang ilmuwan Amerika yang hidup tahun 1706 – 1790 mengatakan : “ Bekerja keraslah dengan anggapan bahwa engkau masih akan hidup 100 tahun lagi”.  Dimanapun kita bekerja, diperusahaan Sekuler, Guru, Pengusaha, Aparat Negara, bahkan dalam pelayanan Rohani, kita harus bekerja keras. Disiplin harus menjadi cara hidup, kemalasan sama dengan mencuri waktu bekerja kita. Mungkin di tempat kerja kita tidak ada yang secara khusus memperhatikan apa yang kita lakukan, tetapi ketahuilah bahwa semua orang bertanggung jawab kepada Tuhan. Siapapun kita dan apapun pekerjaan kita.

 

Renungkan : Apakah kita sudah bekerja secara maksimal dalam berbagai tugas dan tanggung jawab kita masing-masing ? (WS)

  

Doa hari ini : Tuhan ajarlah saya untuk senantiasa bekerja secara maksimal, dimanapun Engkau menempatkan saya, Amin

” God can’t stop loving you.”

Yes, I have loved you with an everlasting love; therefore with loving kindness I have drawn you. (Jeremiah 31:3..)

God will meet all your needs  according to His glorious riches in Christ  Jesus. Philippians 4:19 (NIV)

 

“The  Bible says, “God will meet all your needs”  according to his wealth and his riches. It’s not  based on your assets. It’s based on what God has  and he doesn’t run out of resources. “

 

Everybody has financial fears. You don’t have  to be poor to get anxious about money.  You  don’t have to be on welfare to have financial  fears. In fact, it seems the more you have the  more you have to maintain, to insure, to protect,  to worry over.

But God gives us a guarantee regarding our  finances. Philippians 4:19 says, “God will  meet all your needs according to His glorious  riches in Christ Jesus.”  This verse is  so packed! I want you to notice several  words. 

First it says, “God  will…” It doesn’t say, “He  might meet your needs” it says “He will.”   It’s a fact.  He’s staking his character and  his reputation on it.  “I will meet your  needs.” 

Then it says, “God will meet  all…”  It doesn’t say  “I’ll meet some of your needs”  He says  all.  Does that include car payments? Braces?  Home?  Yes.  All your needs. 

It doesn’t say “I’ll meet all your greeds.”  There’s a difference between needs and wants.  God’s not going to give you everything you want;  you’d be spoiled to death.

But it says, “I will meet all your needs”  according to his wealth, his riches.  It’s  not based on your assets. It’s based on what God  has and he doesn’t run out of resources.  

Finally he says “… for you in  Christ Jesus.” This is not a promise  for everybody. God has not promised to meet the  needs of people who reject His Son. This is a  promise only for believers. He says, “If you’re  one of my children, in my family, I promise to  meet all your needs.”   

Then how come you have financial needs? Did God  fail?  Did He lie?  Exaggerate?   No.  With every promise there are conditions  or requirements.  There are things God says,  “I’ll do my part and you do your part.” 

God says if you meet the following five  conditions, then he will meet your financial needs  -

If I ask for his help.  

If I learn to be content. 

If I practice giving in faith. 

If I maintain financial integrity. 

If I trust him with my life — completely.

Senantiasa Mengucap Syukur

TERIMA KASIH TUHAN

       Aku bermimpi suatu hari aku pergi ke surga dan seorang malaikat

       menemaniku dan menunjukkan keadaan di surga. Kami berjalan memasuki

       suatu ruang kerja  penuh dengan para malaikat. Malaikat yang

       mengantarku berhenti di depan ruang kerja pertama dan berkata, ‘ Ini

       adalah Seksi Penerimaan. Disini, semua permintaan yang ditujukan

       pada Allah diterima’.

       Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan aku dapati tempat ini

       begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat yang memilah-milah

       seluruh permohonan yang tertulis pada kertas dari manusia di seluruh

       dunia.

       Kemudian aku dan malaikat-ku berjalan lagi melalui koridor yang

       panjang lalu sampailah kami pada ruang kerja kedua. Malaikat-ku

       berkata, ‘Ini adalah Seksi Pengepakan dan Pengiriman. Disini

       kemuliaan dan berkat yang diminta manusia diproses dan dikirim ke

       manusia-manusia yang masih hidup yang memintanya’. Aku perhatikan

       lagi betapa sibuknya ruang kerja itu. Ada banyak malaikat yang

       bekerja begitu keras karena ada begitu banyaknya permohonan yang

       dimintakan dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi.

       Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada ujung terjauh

       koridor panjang tersebut dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja

       yang sangat kecil. Yang sangat mengejutkan aku, hanya ada satu

       malaikat yang duduk disana, hampir tidak melakukan apapun. ‘Ini

       adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih’, kata Malaikatku pelan. Dia

       tampak malu.

       ‘Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan disini?’ tanyaku.

‘ Menyedihkan’ , Malaikat-ku menghela napas.

‘ Setelah manusia menerima berkat yang mereka minta, sangat sedikit manusia

            yang mengirimkan pernyataan terima kasih’.

‘Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas berkat Tuhan?’, tanyaku..

‘Sederhana sekali’, jawab Malaikat. ‘Cukup berkata, ‘Terima kasih, Tuhan’ ‘.

       ‘Lalu, berkat apa saja yang perlu kita syukuri’, tanyaku.

       Malaikat-ku menjawab,

        ‘Jika engkau mempunyai makanan di lemari es, pakaian yang menutup

       tubuhmu, atap di atas kepalamu dan tempat untuk tidur, maka engkau

       lebih kaya dari 75% penduduk dunia ini.

       ‘Jika engkau memiliki uang di bank, di dompetmu, dan uang-uang

       receh, maka engkau berada diantara 8% kesejahteraan dunia.

       ‘Dan jika engkau mendapatkan pesan ini di komputer mu, engkau adalah

       bagian dari 1% di dunia yang memiliki kesempatan itu.

       Juga…. ‘Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih banyak kesehatan

       daripada kesakitan … engkau lebih diberkati daripada begitu banyak

       orang di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup hingga hari ini.

       ’Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam perang, kesepian

       dalam penjara, kesengsaraan penyiksaan, atau kelaparan yang amat

       sangat Maka engkau lebih beruntung dari 700 juta orang di dunia’.

       ’Jika engkau dapat menghadiri Gereja atau pertemuan religius tanpa

       ada ketakutan akan penyerangan, penangkapan, penyiksaan, atau

       kematian…

       maka engkau lebih diberkati daripada 3 milyar orang di dunia.

        ‘Jika orangtuamu masih hidup dan masih berada dalam ikatan

       pernikahan … maka engkau termasuk orang yang sangat jarang.

       Jika engkau masih bisa mencintai …

       maka engkau termasuk orang yang besar, Karena cinta adalah berkat

       Tuhan yang tidak didapat dari manapun

       ‘Jika engkau dapat menegakkan kepala dan tersenyum,

       maka engkau bukanlah seperti orang kebanyakan, engkau unik

       dibandingkan dari semua (mereka) yang berada dalam keraguan dan keputusasaan.

        ‘Jika engkau dapat membaca pesan ini, maka engkau menerima berkat

       ganda, yaitu bahwa seseorang yang mengirimkan ini padamu berpikir

       bahwa engkau orang yang sangat istimewa baginya, dan bahwa, engkau

       lebih diberkati daripada lebih dari 2 juta orang di dunia yang

       bahkan tidak dapat membaca sama sekali’.

       Nikmatilah hari-harimu, hitunglah berkat yang telah Tuhan

       anugerahkan kepadamu. Dan jika engkau berkenan, kirimkan pesan ini

       ke semua teman-teman- mu untuk mengingatkan mereka betapa.

       diberkatinya kita semua. ‘Dan ingatlah tatkala Tuhanmu menyatakan

       bahwa, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambahkan

       lebih banyak nikmat kepadamu’ ‘.

       Ditujukan pada : Departemen Pernyataan Terima Kasih.

       ‘Terima kasih, Tuhan! Terima kasih, Tuhan, atas anugerahmu berupa

       kemampuan membagi pesan ini dan memberikannya aku begitu banyak

       teman-teman yang istimewa untuk saling berbagi’.

We think God was silent… what we want are not given … what we are looking for, not found …

It turns out, HE only want to see we grow better….

Sometimes we just don’t understand….

See also : Hotline To Heaven

Hotline To Heaven

Jika TUHAN Punya Telepon? Bayangkan bila kita pada saat berdoa kita mendengar jawaban ini :

‘Terima kasih Anda telah menghubungi Rumah Bapa. Pilihlah salah satu:
…tekan 1 untuk meminta
…tekan 2 untuk mengucap syukur
…tekan 3 untuk mengeluh
…tekan 4 untuk permintaan lainnya.

‘ Atau, bagaimana jika Allah memohon maaf seperti ini :
‘Saat ini semua malaikat sedang membantu yang lain.Tetaplah menunggu. Panggilan Anda akan dijawab sesuai urutannya.’

Bisakah Anda bayangkan bila pada saat Anda berdoa, Anda mendapat respons seperti ini :
‘Jika Anda mau bicara dengan Gabriel, tekan 1
Dengan Mikhael, tekan 2
Dengan malaikat lainnya, tekan 3

‘Jika Anda ingin mendengar nyanyian raja Daud saat menunggu, tekan 4.

‘ ‘Untuk mengetahui apakah orang yang Anda kasihi akan dipanggil ke Rumah Bapa, masukkan nomor KTPnya.

‘ ‘Untuk pesan di tempat di Rumah Bapa, tekanlah Y,O,H,A,N,E, S dan tekan 3,1,6.

 ’Untuk jawaban pertanyaan tentang dinosaurus, umur bumi, dan dimana bahtera Nuh berada, silahkan tunggu sampai Anda tiba disini.

‘ Atau bisa juga Anda mendengar ini :
‘Komputer kami menunjukkan bahwa Anda telah satu kali menelepon hari ini, silahkan mencoba kembali esok hari.
‘ ‘Kantor ini ditutup pada hari Minggu, silahkan menelpon lagi pada hari Senin setelah pukul 9 pagi.

‘ Namun, puji Tuhan, Allah mengasihi kita, Anda dapat menelponnya setiap saat! Anda hanya perlu memanggil sekali dan Dia mendengar Anda, karena Yesus, Anda tak akan pernah mendengar nada sibuk.Tuhan menerima panggilan dan tahu siapa pemanggilnya secara pribadi. Ketika Anda memanggil, Tuhan menjawab; Anda menangis minta tolong dan Dia akan berkata : ‘Ini Aku’ (Yesaya 58:9)

Ketika Anda memanggil, gunakan ‘Nomor Telepon Darurat’ di bawah ini:
Saat berduka cita, putar Yohanes 14
Ketika dikecewakan sesama, putar Mazmur 27
Jika Anda ingin berbuah, putar Yohanes 15 
Ketika Anda berdosa, putar Mazmur 51 
Ketika Anda khawatir, putar Matius 6:19-34
Ketika Anda dalam bahaya, putar Mazmur 91 
Ketika Tuhan terasa jauh, putar Mazmur 139 
Ketika iman Anda perlu dikuatkan, putar Ibrani 11 
Ketika Anda merasa sendiri dan takut, putar Mazmur 23 
Ketika hidup Anda sedang dalam kepahitan, putar 1 Korintus13 
Untuk rahasia kebahagiaan Paulus , putar Kolose 3:12-17 
Untuk arti kekristenan, putar 1 Korintus 5:15-19 
Ketika Anda merasa kecewa dan ditinggalkan, putar Roma 8:31-39 
Ketika Anda menginginkan kedamaian& ketenangan, putar Matius11:25- 30 
Ketika dunia terlihat lebih besar dari Tuhan, putar Mazmur 90 
Ketika Anda ingin jaminan kekristenan, putar Roma 8:1-30 
Ketika Anda berangkat kerja atau berpergian, putar Mazmur 121 
Untuk penemuan/kesempatan besar, putar Yesaya 55 
Ketika Anda membutuhkan keberanian untuk suatu tugas, putar Yosua 1 
Supaya Anda dapat bergaul dengan baik terhadap sesama, putar Roma 12 
Ketika Anda memikirkan kekayaaan, putar Markus 10 
Saat Anda mengalami depresi, putar Mazmur 27 
Jika Anda kesulitan keuangan, putar Mazmur 37 
Jika Anda kehilangan kepercayaan terhadap orang,putar 1 Korintus 13 
Jika orang di sekitar kita tampak berlaku tidak baik, putar Yohanes 15 
Jika Anda putus asa dengan pekerjaan, putar Mazmur 126 
Ketika Anda menemukan dunia mengecil dan Anda merasa besar, putar Mazmur 19

Nomor-nomor tersebut dapat langsung dihubungi. Operator tidak diperlukan. Seluruh saluran ke Surga terbuka 24 jam sehari! Dan, yang penting.

Bagikan daftar telepon ini kepada orang-orang di sekeliling kita. Siapa tahu mungkin mereka sedang membutuhkannya

Creator : Unknown
Received in an e-mail

Doa Malam Yang Diinterupsi oleh Tuhan

 
Bapa di surga  …

Ya?

Jangan menyela.  Aku sedang berdoa.

Tapi kamu  memanggil-Ku.

Memanggil-Mu? Aku  tidak memanggil-Mu. Aku sedang berdoa.

Bapa di  surga….

Nah, ya’kan, kamu  melakukannya lagi.

Melakukan  apa?

Memanggil-Ku. Kamu  bilang, “Bapa di surga.” Aku di sini. Apa yang ada dalam  benakmu?

Lho, aku tidak  bermaksud apa-apa, kok. Aku ini’kan cuma sekedar mengucapkan doa malamku. Aku  selalu berdoa sebelum tidur. Itu merupakan  kewajibanku.

Oh, baiklah.  Teruskan.

Aku mengucap  syukur atas segala berkat-Mu…..

Sebentar. Berapa  besar rasa syukurmu?

Apa?

Berapa besar rasa  syukurmu atas segala berkat-Ku?

Aku…yah…aku tidak  tahu. Aku tidak peduli. Bukankah itu memang bagian dari doa? Begitulah mereka  mengajarku berdoa.

Oh, baiklah.  Teruskan…

Teruskan?

Ya, teruskan  doamu.

Oh, ya. Berkatilah  mereka yang sakit, yang miskin dan yang menderita …

Apakah kamu  bersungguh-sungguh?

Ya, tentu  saja.

Apa yang telah  kamu lakukan untuk itu?

Lakukan? Siapa,  aku? Tidak ada, kurasa. Aku hanya berpikir bahwa semua akan menjadi baik jika  Engkau yang berkuasa atas segala sesuatu di sini seperti Engkau berkuasa di atas  sana, jadi manusia tidak perlu lagi menderita.

Apakah Aku  berkuasa atasmu?

Hmmm, aku pergi ke  gereja, aku memberi kolekte, aku tidak…

Bukan itu yang Aku  minta. Bagaimana dengan tingkah lakumu? Teman-temanmu dan juga keluargamu  menderita karena ulahmu. Juga caramu memboroskan uang…semuanya hanya untuk  kepentingan dirimu sendiri saja. Dan bagaimana dengan buku-buku yang kamu baca?    

Berhentilah  mencelaku. Aku ini sama baiknya dengan orang-orang lain yang pergi ke gereja  setiap hari Minggu.

Ah, maaf.   Aku pikir engkau meminta-Ku untuk memberkati mereka yang berkekurangan.  Agar hal itu terjadi, Aku perlu bantuan dari mereka yang memintanya……seperti  kamu misalnya.

Tolong, Bapa. Aku  perlu menyelesaikan doaku. Ini sudah jauh  lebih lama dari biasanya.

Berkatilah para  misionarismu agar mereka dapat menolong orang-orang yang menderita. 

Maksudmu  orang-orang seperti Dion?

Dion?

Ya, anak yang  tinggal di ujung jalan itu.

Dion … tapi dia  itu suka merokok dan mabuk-mabukan, dan tidak pernah pergi ke  gereja.

Pernahkah kamu  melihat ke dalam hatinya?

Tentu saja tidak.  Bagaimana mungkin…

Aku melihatnya.  Hatinya adalah salah satu dari hati yang paling pedih dan  menderita.

Baiklah, kiranya  Engkau mengutus misionaris-Mu ke sana, ya Tuhan. 

Bukankah kamu yang  harus menjadi misionaris-Ku, utusan-Ku? Aku rasa Aku telah menyatakannya dengan  amat jelas dalam setiap Misa.

Hei, sebentar.  Apa-apaan ini. Apakah  ini hari “Pengkritikan- ku”?  Aku ini sedang melakukan kewajibanku,  melaksanakan perintah-Mu untuk berdoa. Dan tiba-tiba saja Engkau menyerobot  masuk dan mulai membeberkan semua kesalahanku.

Ah, kamu  memanggil-Ku. Jadi, Aku di sini. Teruskan doamu. Aku tertarik dengan bagian  selanjutnya. Kamu belum  mengubah susunan doamu’kan? Ayo…

Aku tidak  mau.

Kenapa tidak  mau?

 Aku tahu apa yang  akan Engkau katakan.

Ayo, coba dan  lihatlah.

 Ampunilah segala  dosaku … dan bantulah aku untuk mengampuni  sesamaku.

Bagaimana dengan  Billy?

 Nah, betul’kan.  Sudah kuduga. Aku tahu Engkau akan mengungkit-ungkit masalah itu. Dengar Tuhan, iaberbohong tentang aku sehingga aku  dikucilkan. Semua temanku menyangka bahwa aku ini seorang pembohong besar,  padahal aku tidak melakukan apa-apa. Lihat saja, akan  kubalas dia!

Tetapi, doamu?  Bagaimana dengan doamu?

Aku tidak  bersungguh-sungguh.

Baiklah,  setidak-tidaknya kamu berkata jujur. Aku pikir kamu memang senang membawa  dendammu itu kemana-mana, ya’kan?

Tidak, aku tidak  suka. Tetapi aku akan segera merasa puas begitu dendamku itu  terbalaskan.

Kamu mau tahu  suatu rahasia?

Rahasia  apa?

Kamu tidak akan  merasa puas, malahan akan semakin parah. Dengarkan Aku,  kamu mengampuni Billy dan Aku akan mengampunimu.

Tapi Tuhan, aku  tidak dapat mengampuni Billy.

Kalau begitu, Aku  juga tidak dapat mengampunimu.

 Sungguh, apa pun  yang terjadi?

Sungguh, apa pun  yang terjadi.

Ah, kamu belum  selesai dengan doamu. Teruskanlah.

 Oh, ya …bantulah  aku untuk menguasai diriku dan jauhkanlah aku dari  pencobaan.

Bagus, bagus. Aku  akan melakukannya. Tetapi kamu sendiri, jauhilah tempat-tempat di mana kamu  dapat dengan mudah dicobai.

Apa maksud-Mu,  Tuhan?

Berhentilah  berkeliaran di rak-rak majalah dan menghabiskan waktumu di sana. Sebagian dari yang  ditawarkan di sana, cepat atau lambat akan mempengaruhimu.  Tiba-tiba saja kamu akan sudah terjerumus dalam hal-hal yang mengerikan … dan  jika itu terjadi, jangan memperalat-Ku sebagai pintu keluar  darurat.

Pintu keluar  darurat? Aku tidak mengerti.

Tentu kamu  mengerti. Kamu telah melakukannya berulang kali… kamu terjerumus dalam situasi  gawat, kemudian kamu datang kepada-Ku. “Tuhan, bantulah aku untuk keluar dari  masalah ini dan aku berjanji tidak akan melakukannya lagi.” Sungguh  mengherankan, kekhusukan dan kesungguhan doamu meningkat drastis apabila kamu  ditimpa masalah. Ingatkah kamu sebagian dari tawar-menawar yang kamu coba  lakukan dengan-Ku?

 Hmmm, aku  tidak….Oh ya,….ketika guruku memergokiku menonton film  tentang….Astaga!

Ingatkah kamu  bagaimana kamu berdoa? “Ya  Tuhan. Jangan biarkan dia melaporkannya pada ibuku. Aku berjanji mulai sekarang  tidak akan lagi menonton film tujuh belas tahun ke atas.” Dia tidak  melaporkannya kepada ibumu, tetapi kamu tidak menepati janjimu,  ya’kan?

Tuhan, aku  melanggar janjiku. Aku sungguh menyesal.

Baik, lanjutkan  doamu.  

Sebentar, Bapa.  Aku ingin bertanya sesuatu kepada-Mu. Apakah Engkau  selalu mendengarkan doa-doaku?

Ya, setiap kata;  setiap saat.

Kalau begitu,  mengapa Engkau tidak pernah menjawabku sebelumnya?

Berapa banyakkah  kesempatan yang kamu berikan pada-Ku? Tidak ada cukup waktu antara kata  “Amin”-mu dan kepalamu menumbuk bantal. Bagaimana Aku dapat  menjawabmu?

Engkau dapat, jika  saja Engkau sungguh menghendakinya.

Tidak. Aku dapat  hanya jika “kamu” sungguh menghendakinya.

Anak-Ku, Aku  selalu rindu untuk berbicara denganmu.

Bapa, maafkan aku.  Maukah Engkau mengampuniku?

Sudah kuampuni.  Dan terima kasih, sudah mengijinkan Aku menginterupsimu. Kadang-kadang Aku  begitu rindu untuk dapat berbicara denganmu.

Selamat malam.  Aku  mengasihimu.

Selamat malam,  Bapa. Aku mengasihi-Mu  juga.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.